Adi dan Neni Nyatakan Siap Mundur


Debat pamungkas Pilkada Bontang yang berlangsung di Hotel Oak Tree, Bontang, Sabtu (5/12) lalu berlangsung hangat. Dipandu presenter kawakan Tina Talissa, kekhawatiran debat akan berlangsung panas tak terbukti. Mantan presenter TV One dan Indosiar itu sukses menghadirkan suasana sejuk di lima segmen debat.

Dua pasangan calon (paslon) Adi Darma-Isro Umarghani dan Neni Moerniaeni-Basri Rase sukses memikat ratusan undangan. Masing-masing sepakat mundur bila program tak berjalan.

Pernyataan mundur dari dua paslon itu terjadi disegmen ketiga. Pertanyaan mengejutkan membuka segmen 3 debat putaran akhir. Moderator Tina Talissa memberikan pernyataan kesiapan dua paslon dicopot dari jabatannya sebagai pemimpin kota jika tak bisa menjalankan visi-misi yang dijanjikan.
Adi-Isro yang diberi kesempatan menjawab pertanyaan pertama kali menjawab dengan lugas dirinya siap mundur. Adi menuturkan, diperiode keduanya prioritas utamanya adalah melanjutkan beberapa program yang belum selesai. Selain itu, Adi juga menuturkan dirinya siap meneruskan megaproyek jalan layang yang tersendat.

“Jika kami tidak mampu menjalankan apa yang kami janjikan, kami siap mundur,” kata Adi, dipertegas mimik serius.

Tak mau kalah, Neni yang mengambil kesempatan bicara menegaskan hal yang sama. Mantan Ketua DPRD Bontang itu menyatakan kesiapannya mundur bila program yang dia janjikan tak berjalan maksimal.

“Mundur dari jabatan sudah kami lakukan jauh hari. Kami mundur dari jabatan kami, karena kecintaan kami terhadap kota ini. Apa artinya pemimpin kalau tidak bisa memenuhi janjinya. Saya siap mundur dari jabatan jika tidak sanggup menjalankan visi-misi,” kata Basri, mempertegas komitmen Neni.

Keseruan terjadi ketika masing-masing calon saling melemparkan pertanyaan. Kesempatan melemparkan pertanyaan pertama diberikan kepada pasangan Adi-Isro. Paslon inkamben itu mengajukan pertanyaan perihal langkah memajukan daerah dan sektor apa saja yang akan digenjot.
Neni Moerniani menjawab lugas. Dia mengatakan dirinya berkomitmen membuka peluang investasi, khususnya kilang minyak. Mendukung investasi, Neni mengaku sudah bertemu dengan notaris untuk mengurus sertifikat 200 hektare.

Memanfaatkan tenaga kerja lokal dalam pembangunan proyek serta saat kilang beroperasi. Neni juga berjanji akan menciptakan tenaga kerja professional melalui BLK.
“Saya aktifkan lagi balai latihan kerja yang selama ini mati suri,” katanya.
Neni meminta Adi menjawab masalah birokrasi dan layanan publik yang memakan waktu yang cukup lama.

Adi menjelaskan, kendala pengurusan ijin bangunan diatas dua lantai perlu didiskusikan. Terkait pelayanan publik seperti distribusi air bersih terus berjalan.

“Awal menjabat, sambungan sekitar 11 ribu. Sekarang sudah mencapai 20 ribu sambungan. Sangat signifikan,” ucapnya, disambut applaus ratusan pendukungnya.
-Koran Kaltim-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.