Kepala Sekolah Paksa Siswa Muslim Lafalkan Doa Hindu


Seorang pelajar Muslim mengadukan kepada media lantaran telah dipermalukan Kepala Sekolah dan dipaksa melafalkan doa Hindu di depan para siswa. Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini pelajar muslim di sekolahnya dipaksa menyanyi doa Hindu.

“Saya dipermalukan di depan 1.200 pelajar dan hak konstitusional saya dilanggar. Kepala Sekolah menyuruh kami ke panggung dan memaksa menyanyikan doa di hadapan semua orang,” kata Naushad Kashimji, kepada Hindustan Times seperti dilansir OnIslam, Rabu (5/8/2015).

Naushad Kashimji bukanlah nama sebenarnya. Namanya sengaja disamarkan oleh media demi keamanan. Ia adalah pelajar di sebuah Sekolah di Karnataka, India.

Pelajar Muslim itu mengatakan, dirinya dan teman-temannya yang tidak menyanyikan doa Hindu dalam bahasa Sansekerta dijatuhi hukuman oleh Kepala Sekolah. Padmaja Menon menyuruh mereka menyanyikan lagu doa itu di depan seluruh pelajar dan memarahinya karena ia salah mengucapkan beberapa kata ketika menyanyikan lagu tersebut.

Aduan Kashimji yang dimuat media memicu kemarahan aktivis dan warga Muslim Bangalore. Mereka mengajukan keluhan terhadap kepala sekolah atas tindakan yang dilakukannya. Menurut mereka, seharusnya kepala sekolah menghormati keyakinan tiap siswanya.

Namun, kepala sekolah membela diri dengan mengatakan bahwa doa Hindu menyampaikan pesan universal. “Brahma adalah pencipta alam ini, apa yang salah dengan menyebut namanya,” katanya membela diri. [Ibnu K/Bersamadakwah]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.