Bunda! Ingat Ya 4 Hal Ini Ketika Menasehati Anak Bunda

SETIAP orang tua pasti menginginkan anaknya memiliki akhlak yang baik. Maka, kewajiban orang tua adalah mendidik dan membimbing anak-anak mereka. Untuk itu diperlukan strategi yang sesuai dengan karakter dan kondisi anak.

Namun terkadang, strategi yang diterapkan orang tua belum bisa diterima oleh anak. Dengan berbagai alasan anak akan membantah nasihat orang tua, karena mungkin cara penyampaian orang tua yang kurang tepat. 

Nah, berikut ini beberapa hal yang harus di hindari ketika menasihati anak, di antaranya:

1. Menasihati Anak ketika sedang Marah
Ingatlah bahwa perasaan anak itu sangatlah peka. Sebaiknya jangan tergesa-gesa ketika memberikan nasihat pada anak. Jika kondisi orang tua dalam keadaan marah, dikhawatirkan nasihat yang baik akan bercampur dengan luapan emosi. Hal inilah yang bisa menyebabkan kesalahpahaman yang berujung pada pertengkaran.

2. Terlalu Sering Menasihati
Nasihat adalah sesuatu yang baik, dengan nasihat orang tua ingin menunjukkan hal yang baik dan yang buruk sehingga anak bisa melakukan hal-hal yang positif dan menghindari hal-hal negatif yang bersifat merugikan. Namun jika nasihat itu diberikan terlalu mendetail dan dalam intensitas yang terlalu sering, dikhawatirkan nasihat tersebut tidak bisa ditangkap dan dimengerti oleh anak. Bahkan anak yang cerdas sekalipun belum tentu mampu untuk menangkap maksud dari penjelasan yang terlalu banyak.

3. Berucap Negatif
Tanpa disadari terkadang orang tua sering membahas atau mengungkit kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh anak di masa lalu. Jika hal itu sering dilakukan, berarti tanpa disadari orang tua telah memberikan energi negatif pada anak. Selain hal tersebut, terlalu banyak mengucapkan kata-kata seperti “jangan” atau “tidak boleh” atau kata-kata lain yang sejenis juga bisa berdampak negatif pada pola pikir dan tindakan anak. Anak akan cenderung takut untuk melakukan sesuatu hal yang baru.

4. Bersikap Kurang Menghargai
Salah satu kewajiban anak adalah menghargai dan menghormati kedua orang tuanya. Namun orang tua juga harus menyadari bahwa anak juga mempunyai hak untuk dihargai, inilah yang sering terabaikan. Satu hal yang perlu menjadi catatan bahwasanya seorang anak juga merupakan manusia biasa yang juga memerlukan suatu penghargaan. Hargai dan jagalah perasaan mereka dengan bersikap dan berkata secara halus. Jadilah teladan. Karena apa yang dilakukan orang tua akan terekam oleh memori anak dan mereka akan sangat mudah untuk mencontohnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.