Warga Bontang yang Berpuasa di Luar Negeri (1); Puasa Terasa Sepi, Tidak Ada Adzan Magrib di Jepang

Warga Bontang yang Berpuasa di Luar Negeri (1); Puasa Terasa Sepi, Tidak Ada Adzan Magrib di Jepang
Warga indonesia yang berada di Jepang pada saat menggelar buka bersama dan salat terawih berjamaah. (Foto: pribadi for klikbontang)
Warga Bontang yang Berpuasa di Luar Negeri (1); Puasa Terasa Sepi, Tidak Ada Adzan Magrib di Jepang - Bekerja di perantauan memang terkadang menjadi hal yang tidak bisa terhindari. Demi sebuah tanggungjawab, hal itu juga terkadang yang harus dilakukan. Terlebih apalagi harus bekerja di luar negeri. Banyak hal yang harus disesuaikan. Termasuk dengan ibadah.

Hal inilah yang dirasakan Chahyadi Asriyadi. Pria asal Bontang yang saat ini tengah menjalani bisnisnya di Negara Jepang. Memang untuk tahun ini, menjalankan ibadah puasa di negeri Sakura bukanlah hal yang pertama dia lakukan. Tahun ini kata dia, adalah puasa ke 16 di Jepang.

Tak banyak rintangan berarti. Cuaca di Jepang yang berubah-ubah membuat dia terbiasa menjalani ibadah puasa di negeri Jepang. Hanya saja, untuk tahun ini, puasa di Jepang kata dia sedikit ada tantangannya.

“Ini menjadi puasa yang ke 16 di Jepang. Tahun ini agak beda. Puasa kali memasuki musim panas. Jadi suasananya sangat panas. Melebihi suhu di Indonesia. Waktu berpuasa juga panjang. Jam imsak jam 2.45 dan buka puasa 19.15,” jelasnya.

Meski begitu, Adi-sapaan akrabnya tetap kuat menjalankan ibadah puasa. Ini justru kata dia menjadi nilai plus bagi dirinya dalam menjalankan perintah agama. Bukan hanya dengan jam puasa yang lebih lama, tantangan lain berpuasa di negeri yang mayoritasnya adalah non muslim juga menjadi kendala lain yang dihadapi umat Muslim asal Indonesia.

Misalnya saja seperti suasana adzan Magrib yang jika di Indonesia sangatlah ditunggu-tunggu. Tetapi tidak dengan di Jepang. Karena minimnya keberadaan masjid di Jepang, membuat dirinya harus terbiasa dengan berbuka puasa minus adzan Magrib.

“Puasa di Jepang sangatlah terasa berbeda dengan di Indonesia. Di Jepang karena jarang ada masjid. Terkadang pada saat berbuka puasa terasa sepi. Karena tidak ada terdengar adzan magrib yang selalu dinantikan,” pungkasnya. (*)
Sumber : klikbontang.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.