Penderita Diabetes Harus Waspadai Hipoglikimia Saat Berpuasa

Penderita diabetes bisa menjalankan ibadah puasa secara normal. Namun, membatalkan puasa dianjurkan bagi penderita diabetes, bila muncul gejala hipoglikimia.

Hal ini diungkapkan dokter spesialis penyakit dalam, Rumah Sakit Haji Darjad, Samarinda, dr Redy Ferana Hata SpPD. Mkes, Senin (8/6/2015).

“Diperlukan kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap terjadinya hipoglikemia pada penyandang diabetes yang menggunakan insulin. Perlu pemantauan yang lebih ketat disertai penyesuaian dosis dan jadwal suntikan insulin, bila terjadi gejala hipoglikemia hendaknya puasa dihentikan,” ungkap Redy.

Hipoglikimia ditandai dengan gejala lelah, pusing, pucat, jantung berdebar, sulit konsentrasi, gemetar, hingga mudah marah.

“Penyandang diabetes usia lanjut mempunyai kecenderungan dehidrasi bila berpuasa, oleh karena itu dianjurkan minum yang cukup,” papar Redy.

Diketahui, pertengahan Juni ini, umat Muslim kembali menjalankan Puasa Ramadhan. Guna menghindari gejala hipoglikimia, Redy menganjurkan penderita diabetes untuk makan sahur, mendekati jadwal imsak.

“Kurangi aktivitas fisik siang hari. Sebaiknya, aktivitas fisik dilakukan sore hari jelang berbuka,” saran Redy.

Namun, momentum puasa, diakui Redy bisa merubah psikologis penderita diabetes, sehingga merasa lebih sehat. (*)--tribunnews--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.