Kisah Tentang Fenomena Batu Akik - Menunggu Sinetron "Cintaku Tertambat di Cowok Penjual batu akik"

Kisah Tentang Fenomena Batu Akik
Disadari atau nggak, ilmuwan jaman dulu rata-rata adalah visioner yang punya pola pikir luar biasa, melompat jauh ke depan. Gw yakin pasti sudah pada tau kalo beberapa abad sebelum ditemukannya helikopter dan tank, Leonardo da Vinci sudah mencorat-coret detail dasarnya dalam manuskrip yang kemudian disempurnakan bentuknya oleh penemu-penemu selanjutnya.

Kalo mau dikaji secara ilmu cocoklogi, sebenarnya masih banyak contoh lain. Isaac Newton menyadari buah apel bisa mengubah dunia. Saat hukum gravitasi ditemukannya dari sebuah apel yang jatuh dari pohon, dunia jadi heboh. Lalu Steve job datang dari jaman berbeda, memungut apel yang jatuh itu, menggigitnya sedikit, dunia pun dalam genggamannya.

Contoh berikutnya, Albert Einstein, tahun 1905 menemukan rumus fisika E=mc2. Rumus E=mc2 saat ini ternyata bisa diartikan E=Energi. M=makan. C2=Cemilan-cemilan.
Artinya energi itu bersumber dari makanan dan cemilan-cemilan. Ini tentu saja relevan dengan jaman sekarang, saat kita rasanya gak ada energi kalo belum makan, minimal ngemil.
Ngawur? biarin, namanya juga cocoklogi.
tongue emoticon

Einstein juga pernah mengeluarkan quote "Perang dunia ke tiga akan membuat dunia kembali ke jaman batu!".
Nah! sepertinya ini sudah di mulai. Lihat sendiri deh, di mana-mana orang ngomongin batu.
Yak betul, opening sok ilmiah ini sebenarnya cuma mau ngomongin demam batu. Xixixi...

Mungkin euforianya sudah sedikit mereda, tapi gak ada salahnya kita bahas, daripada Akun Facebook ini jamuran gak ada postingan baru, kan?
Well, huruf B sepertinya memang mendominasi pemberitaan akhir-akhir ini. Mulai dari Banjir, Budi Gunawan, Bambang Widjojanto, Badrodin Haiti, Begal motor, dan Batu akik.

Seperti kita ketahui, beberapa bulan belakangan, batu akik lagi naik daun. Udah kayak ulat teh pucuk aja pake naik daun. Setelah ikan louhan, trus bunga Anthurium atau gelombang cinta, lalu sepeda fixie, sekarang beralih ke batu akik. Jangan-jangan besok ada lagi musim koleksi kecebong.

Oh iya, sebelumnya ijinkan gw bercerita tentang teman gw..
Alkisah, gw punya teman masa kuliah yang sekarang menetap di Halmahera, namanya Joko Poncol.
Orang ini PNS, bukan ilmuwan, tapi ia juga visioneryang berpikir ke depan.

Sekitar beberapa bulan lalu, jauh sebelum negara batu akik menyerang Indonesia, si Joko ini sudah ngajakin gw bisnis batu akik. Gw bela-belain dikirimin sepasang batu obi. Tuh bisa dilihat difoto, biar gak dibilang hoax.

Joko meyakinkan gw bahwa batu akik ini akan booming dan jadi gaya hidup. Gak lupa dia menjelaskan jenis-jenis batu, padahal seingat gw dia gak punya basic geologis. Gw sempat curiga, di kehidupan sebelumnya si Joko ini adalah seorang avatar pengendali batu, secara dia paham betul segala jenis batu dan sejarahnya, bahkan mulai dari batu hajar aswad yang disucikan sebagian kaum muslimin, hingga batu karbala yang dikeramatkan agama Syiah.

Gw cuma ketawa-ketawa aja saat dikirimin. Batunya gw simpan gak dipake-pake. Malu sama orang- orang, ntar dituduh dukun santet. Lagian gak masuk nalar gw kalo batu ini akan bernilai di kemudian hari.

Hingga suatu ketika gw kejebak macet di depan Mall.

Seperti ada kejadian kecelakaan hebat, ada kerumunan orang tapi gak ada polisi.

Gw penasaran dan turun dari motor, menerobos massa, dan kemudian shock untuk beberapa saat lamanya setelah melihat kenyataan kalo ternyata penyebab macet itu adalah orang-orang yang sedang merubung lapak batu akik. Semuanya pada serius. Ada batu yang disenter-senter, digosok-gosok, ada juga yang di hah-in dulu baru diusap-usap. Tiba-tiba bayangan Joko seolah nyengir di pelupuk mata gw, sembari berujar "Jaman megalitiakik sudah dimulai, kawan!"

Sedikit banyak, omongan si Joko beberapa bulan lalu terbukti, bahkan jauh lebih ekstrim. Batu akik oleh sebagian orang kini bukan lagi dianggap lifestyle, tapi udah semacam ideologi. Penggemarnya bukan sekadar fans, tapi lebih cocok disebut ummat.

Gw coba posting di twitter pake kata batu akik, eeh langsung disamber bot, ini salah satu indikator boomingnya. Dan udah bisa ditebak, pemerintah tanggap kalo soal beginian. Ada daerah yang segera membuatkan Perda, ada juga rencana regulasi pungutan pajak.

Teman-teman yang dulu pengikut MLM, sekarang reseller batu akik. Game zone di mall berubah jadi gemstone. Lapak-lapak herbal depan masjid agung pun sekarang dimerger jadi usaha batu akik. Disitu kadang saya merasa sedih, sudah tau sedih tp masih tetep aja disitu.

Batu ini memang benar-benar bikin gila. Orang siang-siang bawa senter, padahal gak ada maling yang berkeliaran siang. Gw asli gagal paham ngapain itu batu disenter-senter, mau dilihat masa depannya? Orang luar sudah meneliti batu meteor, kita masih meneliti batu akik pake senter. Entah ini kemajuan atau kemunduran..

Tinggal tunggu waktu, ntar lagi pasti ada FTV berjudul "Cintaku Tertambat di Cowok Penjual batu akik". Atau cover majalah hidayah "Penggosok Batu, Lalai Sholat, Mati Kena Batu Ginjal". Bahkan boleh jadi Peter Jackson akan melanjutkan sekuel film Lord of the Ring dengan lokasi syuting di pasar Jatinegara atau mengambil Tessy jadi cameo. Who knows?
Makin ke sini, populasi mas-mas pengguna batu akik makin meningkat signifikan. Kalo dulu godaan terberat adalah harta, tahta, dan wanita. Sekarang berubah jadi harta, tahta, dan batu akik. Sebenarnya gak ada masalah selama dalam batas kewajaran.

Lagipula, gw ngelihatnya keren aja laki-laki pemakai batu akik, ketimbang laki-laki yang pake cincin emas atau behel. Bukan soal ganteng sih, tapi keren aja.
Soalnya ganteng itu relatif, jelek itu mutlak. Pemakai batu akik ini seolah memiliki taste maturity yang tinggi. Silakan dibayangkan, susah gw menjelaskannya. Pokoknya menurut gw terlihat seksi, ya setidaknya seksi keamanan lah. Wkwk..
Bagi orang yang mau berpikir ke depan, batu ini sebenarnya bukan sekadar hobi, tapi bisa jadi investasi. Membaca euforia dan melihat peluang. Jangan kelamaan didemenin, jual aja begitu euforia keliatan mereda, itu lebih baik. Dan buat yang jomblo, jangan habiskan waktumu dengan mengelus-elus batu akik, sementara orang lain udah mengelus- elus perut bini. Xixixi...

Akhirulkalam, poin yang bisa diambil adalah hidup ini layaknya batu akik, walau keras tapi keliatan mengagumkan setelah mengalami proses yang panjang. Life is journey. So enjoy it!

"Hidup itu laksana batu akik, engkau harus menderita dulu, dibelah-belah, diasah barulah terlihat bernilai dan mengagumkan"

Copas dari temen: https://www.facebook.com/sorasatria?fref=photo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.