10 Hari Pertama Ramadhan Telah Meninggalkan Kita

10 Hari Pertama Ramadhan Telah Meninggalkan Kita
Tak terasa 10 hari pertama bulan Ramadhan ini telah beranjak pergi dan tidak akan pernah kembali kecuali Allah Ta'ala izinkan, dimana 10 hari pertama itu penuh dengan cucuran Rahmat Ilahi.
.
Dan sekarang kita memasuki 10 hari pertengahan Ramadhan yang di jelaskan oleh baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bahwa AWSHATUHU MAGHFIRAH pertengahannya adalah saat pengampunan.
.
Sayang sekali jika kita melewatinya, semoga segala rahmat-Nya telah kita gapai kini kita berlomba-lomba untuk mendapatkan pengampunan-Nya.
.
Dan orang yang sangat merugi ketika pintu-pintu ampunan telah dibukakan namun mereka enggan atau tidak mau memohon ampunan-Nya, hingga keluar dari dunia tanpa ampunan-Nya karena kesombongan mereka.
.
Patut kita renungkan : “Laa takuunuu Ramadhaniyyan, walaakin kuunuu Rabbaniyyan. Janganlah kita menjadi hamba Ramadhan, tapi jadilah hamba Tuhan.” Karena ada sebagian manusia yang menyibukkan diri di bulan Ramadhan dengan maksiat dibungkus dengan keta’atan atau sebaliknya hingga banyak yang terperdaya, mereka me-Label kegiatannya sebagai syi'ar namun hal itu sebenarnya bertentangan dengan syariat.
.
Saudaraku yang dirahmati Allah Ta'ala...
.
Contoh kecil, Berbuka puasa bersama itu mulia,bisa mengeratkan tali ukhuwah namun bercampurnya bukan mahram disatu tempat hingga bisa bebas tak terarah selain menghilangkan kemuliaannya tapi bisa jatuhnya berdosa, juga boros dengan makan dan minum,hingga lupa disebelah rumah kita masih ada mereka yang kelaparan, padahal esensi ramadhan juga agar kita bisa merasakan lapar dan dahaga mereka dan masih banyak lagi jenis syi'ar tapi melanggar syar'i yang berlaku di depan mata kita.
.
Saudaraku...
Ingat 10 hari pertengahan ini, gunakanlah memperbanyak memohon ampunan-Nya, mudah-mudahan jika ada dosa yang mungkin belum terampunkan, bisa diAmpunkan oleh Allah Ta'ala.
Allah cinta agar manusia ta’at sepanjang zaman, sebagaimana Allah murka terhadap orang yang bermaksiat di sepanjang waktu.
Dan karena kita ingin mengambil bekalan sebanyak mungkin di satu bulan ini, untuk mengarungi sebelas bulan selainnya.
Semoga Allah swt. menerima amal kebaikan kita. Aamiin
.
TaqobbalAllhu Minna wa minkum Sholihul A'mal . .
[ Alhabib Quraisy Baharun ]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.