Laga Timnas U-23 Terindikasi Judi?

Ketua Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI), Sarman L Hakim melontarkan pernyataan mengejutkan terkait sepak terjang timnas U-23 pada kualifikasi Piala Asia U-23.

Menurut Sarman, laga terakhir Garuda Muda ketika bersua Korsel banyak kejanggalan. Saat itu, Evan Dimas Darmono dkk memang digunduli Ksatria Taeguk, julukan Korsel empat gol tanpa balas.

"Kami meminta Menpora melihat tayangan ulang pertandingan itu. Sebab, muncul isu di masyarakat jika laga itu ada indikasi mafia judi. Dengan melihat rekaman, akan terlihat peristiwa yang sesugguhnya,” terang Sarman di Senayan, Jakarta, Rabu (1/4).

Sarman menambahkan, laga melawan Korsel seharusnya bisa dimenangi Indonesia. Pasalnya, tim racikan Aji Santoso itu memiliki beberapa keuntungan saat berada di dalam lapangan.

Di antaranya ialah status sebagai tuan rumah dan suhu. Sarman menambahkan, suhu panas menjadi hal yang ditakutkan Korsel karena bisa mengakibatkan cepat kelelahan.

"Hal itu seharusnya menjadi keunggulan Indonesia. Di sisi lain, saat gol pertama terjadi, semua pemain protes. Namun, tidak demikian dengan pelatih dan ofisial,” tegas Sarman.

Karena itu, Sarman meminta Menpora Imam Nahrawi bertindak tegas terkait kekalahan itu. Pasalnya, hasil buruk itu memupus impian Garuda Muda lolos ke Piala Asia U-23.

“Kekalahan saat melawan Korsel sangat menyakitkan. Lima tahun lagi, Korsel yang saat ini kita hadapi akan hadir di Piala Dunia dan Olimpiade. Menpora harus ambil sikap karena kekalahan ini tak masuk akal,” tegas Sarman. (jos/jpnn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.