Wow! Siswi SMP Gunung Kidul Foto Selfie Tanpa Busana

Foto selfie atau memotret diri sendiri sudah menjadi bagian dari gaya hidup seseorang untuk berekspresi. Namun gaya foto-foto selfie se-jumlah pelajar di Gunungkidul ini kebablasan. Betapa tidak, be-gitu jepret langsung heboh ka-rena berpose tanpa busana.

Kasus pertama, foto selfie tanpa busana bergambar seorang perempuan mengambil gambar dengan ban-tuan tongkat narsis (tongsis).Foto itu diduga diambil di dalam se-buah kamar. Pemeran foto diketa-hui bernama EM, seorang siswi sebuah SMP Negeri di Wonosari.Sementara foto selfie  Tanpa Busana lain-nya bergambar seorang perem-puan telanjang setengah badan. Foto tersebut juga diambil di da-lam sebuah kamar mandi. Pemeran foto Tanpa Busana diduga berinisial S, warga Wonosari.Kedua foto tanpa busana itu mulai beredar di kalangan masyarakat sejak Jumat (30/1) lalu melalui ponsel.

Salah seorang warga Wonosari Bayu mengaku, mendapatkan foto secara berantai. ”Saya dapat kiriman (foto) dari teman,” kata Bayu, kemarin (1/2).

Bayu yakin, foto tanpa busana ini sudah beredar luas. Meski demikian pihaknya tidak mengetahui siapa yang pertama kali menyebar foto Tanpa Busana tersebut.Sementara itu, Kapolsek Wonosari Kompol Kuswanto siap menelusuri identitas pemeran foto Tanpa Busana. Ke-polisian juga akan berkoordinasi pihak sekolah sehingga kedepan hal serupa tidak terjadi lagi. ”Kita malah belum mengetahui, tapi nanti akan segera kita telusuri,” kata Kuswanto.

Terpisah, Manajer Divisi Peng-organisasian Masyarakat dan Advokasi LSM Rifka Annisa M Thontowi mengatakan, feno-mena ini sudah masuk dalam kategori darurat, sehingga diper-lukan sikap tegas semua pihak.”Kejadian serupa sudah sering terjadi. Gunungkidul menurut saya sudah darurat. Semua pihak harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Dia menjelaskan, kasus foto Tanpa Busana muncul karena dipengaruhi banyak faktor. Mulai dari kekeli-ruan pola pengasuhan keluarga, sehingga orang tua tidak peka terhadap pergaulan anak. Juga adanya sikap acuh tak acuh ma-syarakat dan orang tua, sehingga tidak peduli dengan kondisi so-sial di dalam masyarakat.

Penyalahgunaan teknologi juga menjadi pemicu. Tonthowi ber-pendapat, sekarang banyak ge-nerasi muda terpengaruh negatif teknologi informasi sehingga ter-jerumus.”Kasus mesum tidak hanya me-libatkan pelajar SMP dan SMA, anak-anak SD sudah terpengaruh dengan hal-hal negatif dari tek-nologi. Harus segera dicarikan solusinya,” ucapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.