Si Cantik Asal Bontang yang Menjabat Sebagai Asisten Manajer di Bank Indonesia (1)

Si Cantik Asal Bontang yang Menjabat Sebagai Asisten Manajer di Bank Indonesia (1) - Tidak semua orang bisa bekerja di bank sentral seperti Bank Indonesia. Dari ribuan pegawai Bank Indonesia, ternyata ada 3 orang Bontang yang mampu bekerja di tempat bergengsi itu. Nama Vira Cania Arman misalnya. Si cantik lulusan Yayasan Pupuk Kaltim (YPK) itu berhasil menjadi 3 remaja daerah asal Kota Taman yang mampu meniti karir di bank pelat merah tersebut.

Bukan hanya itu saja, Vira ternyata juga memiliki posisi yang manis di Bank Indonesia. Lulusan Strata 1 (S1) Institut Teknik Bandung (ITB) itu usut punya usut rupanya menjabat sebagai asisten manajer di Bank Indonesia. Saat KlikBontang.com mewawancarainya via Facebook, Vira mengaku tak menyangka bisa bekerja di Bank Indonesia. Awalnya, kata dia, proses seleksi bermula saat dia masih duduk di bangku kuliah. “Jadi aku tuh enggak pernah kepikiran buat daftar di Bank Indonesia, kerja di bank sentral, ha ha ha. Waktu itu awalnya aku masih kerja di project perusahaan oil dan gas di Jakarta dari lulus kuliah sampai November 2012. Terus tiba-tiba dapet telepon dari tempat kuliah untuk ikut seleksi pegawai setingkat asisten manajer di Bank Indonesia,” cerita dia.

Ia pun mengikuti tes tersebut. Saat itu, kata dia, tes yang dilakukan Bank Indonesia memang merupakan seleksi yang tertutup. “Jadi Bank Indonesia bikin seleksi tertutup untuk 15 universitas terpilih se-Indonesia dan dari jurusan yangg ditunjuk (ekonomi, hukum, teknik industri, sistem informasi, Red.). Dari masing-masing jurusan dan universitas tersebut mengirimkan 10 mahasiswa nya untuk seleksi. Alhamdulillah aku jadi 1 diantara 65 yang lolos dan kerja di sini,” ungkapnya.

Dalam perjalananya sebagai asisten manajer di Bank Indonesia, memang tak begitu banyak rintangan yang dihadapi anak Zulkifli Arman itu. Sebelum di tempatkan di Bank Indonesia yang ada di Samarinda, dirinya harus melakukan pendidikan terlebih dahulu selama 9 bulan di Jakarta. “Ha ha ha kayaknya ini gara-gara mitos minum air sungai Mahakam deh makanya balik lagi ke Kalimantan,” candanya.

Kepada KlikBontang.com, ia menceritakan, sebagai asisten manajer di pengawasan biasanya sehari-hari ia bekerja di sistem pembayaran untuk wilayah kerja Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Dimana secara tugas, ia memiliki tanggung jawab memastikan bahwa sistem pembayaran yang berjalan di Kaltim dan Kaltara berjalan lancar dan efisien. “Antara lain pengawasan ke perusahaan money changer yang beroperasi di Kaltim dan Kaltara. Terus Bank Indonesia Juga lagi aktif mensosialisasikan gerakan nasional non tunai atau less cash society yaitu penggunaan alat pembayaran menggunakan kartu (kartu debet, kredit maupun e-money, Red.) ke daerah-daerah termasuk ke mahasiswa di sini. Terus juga membantu kepolisian Kaltim untuk jadi saksi ahli dikasus-kasus yang terkait sistem pembayaran,” pungkasnya.
--sumber : klikbontang.com --

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.