Pasutri Bandar Sabu Terbesar Di Samarinda Di Tangkap

Warga di Jalan Adam Malik, Sungai Kunjang, geger, sekitar pukul 18.00 Wita kemarin. Sebuah mobil Suzuki X Over KT 1301 KM tiba-tiba diadang sekelompok orang bersenjata api lengkap, tak jauh dari Mapolresta Samarinda di Jalan Slamet Riyadi.

Ternyata, anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim tengah menggerebek bandar besar sabu. Dari mobil berwarna abu rokok tersebut keluar empat orang, tiga pemuda dan seorang perempuan. Mereka adalah Amsur, Ipah, Haidir dan Rudi. Ternyata Ipah dan Amsur adalah pasangan suami istri, sementara Haidir dan Rudi adalah kaki tangan mereka.

Amsur, Ipah, Rudi dan Haidir langsung diborgol, kemudian dimasukan ke mobil yang sudah disiapkan. Mereka juga sempat digeledah dan anggota BNNP Kaltim dipimpin Kasi Penyidikan, Penindakan dan Pengejaran Kompol M Daud berhasil menyita sebuah tas dan bungkusan.

Saat dibuka di lokasi kejadian, ternyata tas dan bungkusan yang diamankan berisi sabu dalam jumlah banyak. “Setelah kami cek dan lakukan penimbangan, ternyata total sabu beratnya mencapai 2 kilogram,” ujar Daud mewakili Kepala BNNP Kaltim Brigjen Pol Agus Gatot Purwanto.

Setelah diusut, ternyata sabu yang diperkirakan bernilai Rp 4 miliar (per gram sabu di pasaran dibandrol Rp 2 juta) berasal dari Tarakan. Ketika ditangkap Amsur baru dijemput dari bandara di Balikpapan. Sabu tersebut diperkirakan hendak diedarkan di Samarinda.

Untuk mengelabui polisi, petugas bandara dan personel BNNP Kaltim, Amsur membagi sabu dalam beberapa bungkusan. Sebagian dimasukan di tas, sedangkan sisanya dikemas dalam paket yang tergabung dalam beberapa makanan ringan. Seperti bungkusan susu dan makanan ringan lain, sehingga seolah-olah Amsur sedang membawa paket oleh-oleh dari Tarakan.
“Pelaku (Amsur, Red) berangkat dari Tarakan, sementara istrinya (Ipah, Red) bersama kaki tangannya (Rudi dan Haidir, Red) menunggu di Balikpapan,” ungkap Daud.

Penangkapan keempatnya berawal dari penyelidikan yang dilakukan personel BNNP Kaltim. Gerak-gerik Amsur sudah dipantau sejak beberapa hari belakangan, sejak dia masih berada di Tarakan. Sampai akhirnya Amsur diketahui menuju Bandara Juwata Tarakan dengan tujuan Balikpapan.

Gerak-gerik Amsur terus diikuti sampai mengarah ke Samarinda. Diduga curiga hendak ditangkap, Amsur langsung tancap gas, berusaha kabur sejak dari kawasan Samarinda Seberang. Sempat terlibat kejar-kejaran di tengah kemacetan lalu lintas Samarinda, mobil mereka akhirnya berhasil diadang dan dikepung anggota BNNP Kaltim.

“Sementara para pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif, kami coba mengembangkan penyelidikan,” tandas Daud.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.