Gerakan Cantik Pole Dance, Bukan Erotis

POLE dance, gerakan yang dilakukan dengan tiang itu menjadi aktivitas olahraga yang makin populer. Pole dance juga punya segudang manfaat.

Dengan iringan musik lembut dan arahan Jun Ko Agus, sang trainer, enam perempuan melakukan gerakan tarian dengan media tiang.

Mulai pemanasan, gerakan basic, hingga aksi akrobatik yang tentu tidak mudah. Mereka mampu mengangkat tubuh sendiri, lalu melakukan manuver-manuver dengan posisi terbalik melawan gravitasi.

’’Scorpio, gemini, scorpio, jet,’’ kata Jun Ko memberikan aba-aba. Tidak semua berhasil melakukan gerakan dengan sempurna. Namun, tekad yang kuat untuk menaklukkan tantangan membuat mereka tidak gentar mencoba kembali.

Aarrghh! Sesekali, terdengar suara peserta memekik menahan sakit. Namun, suara itu lantas berubah menjadi teriakan kepuasan ketika mereka berhasil melakukan gerakan dengan sempurna. Yesss!

’’Saat pole dance, kita nggak bisa cheating. Olahraga lain mungkin kita bisa pura-pura bisa. Pole dance benar-benar pakai kekuatan otot dan fleksibilitas. Yang ototnya lebih kuat bisa menaklukkan gerakan lebih cepat,’’ ujar Vica Fransisca, peserta.

Hal serupa diungkapkan Mitha Sapardan, 30. Perempuan yang berprofesi lawyer itu berlatih pole dance setelah sebelumnya menjajal basket, futsal, hingga power swing yoga. ’’Buat saya, pole dance yang paling powerful sekaligus menyenangkan. Gerakannya cantik, tapi memacu adrenalin,’’ ucap ibu seorang putri tersebut. Dia sampai memasang tiang di rumah untuk bisa melanjutkan latihan yang didapat di studio.

Pole dance menggunakan otot tubuh, terutama upper body. ’’Basically, semua otot dilatih. Hanya, yang bekerja lebih keras adalah biseps. Tapi, perempuan tidak perlu khawatir otot membesar karena yang dilatih adalah otot dalam,’’ jelas Jun Ko.

Manfaat yang didapat dari berlatih pole dance, antara lain, kekuatan tubuh, fleksibilitas, badan menjadi kencang, menghilangkan lemak-lemak di tubuh, serta stamina meningkat. Tubuh pun ramping namun kuat.

’’Perut pole dancer pasti kencang. Lalu, gelambir di paha dan lengan hilang. Bentuk tubuh jadi bagus,’’ lanjut pria 38 tahun asal Kalimantan Barat tersebut.

Kekuatan dan kelenturan menjadi benefit yang dirasakan dari latihan pole dance. Alva Petra, yang juga mengikuti sesi pole dance class pada Kamis malam (22/1), merasa tubuhnya lebih fit dan kuat. Pekerjaan membuatnya sering bepergian ke luar negeri hingga Eropa.

’’Sejauh ini saya nggak pernah jet lag. Angkat koper gede ayo aja, angkat galon di rumah juga bisa sendiri, lebih powerful,’’ ungkap perempuan 33 tahun tersebut. ’’Sama, saya jadi kuat gendong anak sampai lama,’’ tutur Mitha.

Bagaimana dengan tingkat kesulitan pole dance? Olahraga itu memadukan teknik dan kekuatan. Agar badan kuat bertahan di tiang, teknik mengunci menggunakan kulit, paha dalam, dan kaki. Awal belajar, jatuh sangat mungkin terjadi. Tetapi, jangan takut sebelum mencoba.

Selain manfaatnya untuk kebugaran, pole dance bisa jadi aktivitas yang menyenangkan. Felicia Erika, 25, mencoba pole dance untuk menemukan hobi baru. Sebelumnya, dia hobi nge-gym dan berenang.

’’Amaze melihat orang yang bisa pole dance. Saya pengin menantang diri sendiri. Awalnya ya jatuh gedebug-gedebug sih, tapi lama-lama bisa,’’ terangnya.

Peserta pole dance jelas bangga bisa melakukan satu manuver tertentu yang tidak semua orang bisa melakukannya. Mereka suka mem-posting aksi pole dance di akun media sosial. Banyak respons yang muncul. Masih adakah yang berkomentar miring dan mengindentikkan dengan tarian striptis?

’’Sekarang masyarakat sudah lebih open minded ya. Lagian ini beda. Pole dance dilakukan untuk olahraga. Setelah lihat gerakannya, mereka justru memuji karena tidak semua bisa dan berani,’’ tandas Rizka Agustina, peserta lainnya.
-----------------
POLE dance menjadi tren di kalangan penggemar olahraga, terutama di ibu kota. Banyak yang tertarik mencobanya. Namun, melihat tingkat kesulitannya, apakah ada syarat khusus? ’’Syarat utama harus berani,’’ kata Jun Ko.

Pria yang ber-partner dengan Vicky Burki itu menuturkan, pada 2006, dirinya mulai mengenalkan kelas pole dance. Namun, baru pada 2012, ketika Yohanna Harso, peserta Indonesia Mencari Bakat (IMB), membawakan pole dance yang merupakan kombinasi senam, tari, dan akrobat, pole dance makin diterima di masyarakat.

’’Pole dance yang dulu diidentikkan dengan tarian erotis di kelab malam, dengan penyesuaian pada gerakan, kini bisa dijadikan olahraga atau latihan kebugaran,’’ tuturnya. Siapa saja bisa berlatih pole dance, kecuali yang memiliki masalah skoliosis.

Rentang usia murid-muridnya, kata Jun Ko, mulai 16 tahun hingga yang paling tua 60 tahun. Porsi latihan disesuaikan dengan kondisi fisik. Untuk pemula, akan diajarkan cara mengangkat badan, gerakan-gerakan sadar, dan teknik proteksi terhadap cedera.

’’Ketika akan jatuh, badan refleks akan menahan. Pemula umumnya setelah 3 bulan berlatih bisa mengangkat tubuh. Bahkan, bisa lebih cepat,’’ ucap Jun Ko.

Persiapan sebelum berlatih pole dance, pastikan kondisi tubuh fit. Jangan mengonsumsi alkohol karena latihan pole dance memerlukan konsentrasi 100 persen. Sebaiknya makan diberi jeda 30 menit atau 1 jam sebelumnya agar tidak mual ketika tubuh melakukan manuver berjumpalitan di tiang. Selain itu, jangan menggunakan body lotion agar kulit tidak licin.

Untuk outfit, yang paling nyaman ketika ber-pole dance adalah two pieces lantaran terkesan minimalis dan seksi.

’’Sebenarnya bukan untuk terlihat seksi. Tetapi, memang keperluannya begitu. Gerakan-gerakannya ketika mengunci dilakukan dengan kulit. Bila mengenakan baju yang tebal dan panjang, akan sulit ketika bermanuver,’’ jelas Jun Ko.

Namun, sejak akhir 2014, ada produk baru. Yakni, pole (tiang) yang terbuat dari silikon. Tiang dengan bahan silikon tidak selicin bahan stainlessi dan digunakan untuk pole dancer yang mengenakan busana lebih ’’maksimalis’’.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.