Berapa Lama Pacaran Sebelum Menikah?

Berapa Lama Pacaran Sebelum Menikah? MEMBINA hubungan perkenalan sebelum pertunangan selalu menjadi perdebatan banyak orang. Pasalnya, membina hubungan yang terlalu singkat tidak cukup untuk membuat Anda dan pasangan mengenal kepribadian masing-masing lebih dalam. Sebaliknya, hubungan perkenalan yang berlangsung terlalu lama justru dapat membuat jenuh, karena masing-masing pihak sudah terlalu lama mengenal satu sama lain.

Adalah Heather Setrakian, ahli pernikahan merangkap penulis bertema Relationship, yang memiliki pendapat khusus mengenai hal ini. Ia mengemukakan bahwa penelitian mengenai waktu ideal dalam berpacaran tidak terlalu banyak dilakukan. Namun beberapa dekade lalu, waktu perkenalan yang ideal sebelum menuju jenjang pertunangan hanyalah 6 hingga 14 bulan.

Sedangkan, penelitian terbaru menurut Ted Huston, ditemukan fakta bahwa pasangan akan berbahagia pasca menikah setelah membina hubungan dalam jangka waktu 25 bulan.

Waktu yang sangat panjang untuk berkenalan sebelum memutuskan bertunangan ini, kemudian memunculkan spekulasi bahwa kini banyak pasangan yang suka menunda pernikahan. Lelaki dan perempuan modern lebih menginginkan kehidupan yang lebih baik dan mapan saat keduanya menikah, sehingga waktu yang dilalui untuk berhubungan cukup lama.

Selain itu, lamanya waktu berhubungan juga terkait dengan ambisi perempuan untuk mendapatkan calon suami idaman, yang sudah mapan dan dapat diandalkan sebagai pemimpin rumah tangga. Padahal, pada umumnya lelaki merasa tidak percaya diri akan kemapanannya, sehingga justru enggan untuk mendekati sang perempuan.

Meski begitu, hubungan awal yang lama tidak serta merta berjalan mulus 100 persen ketika menuju ke jenjang pertunangan. Kualitas hubungan memegang peranan yang penting, karena kejujuran dan transparansi hubungan yang dibina pasangan kekasih merupakan fondasi dalam membina rumah tangga melalui ikatan pernikahan.

Banyak pasangan yang lebih menitikberatkan sebuah hubungan kepada waktu hubungan tersebut, dan mengabaikan kualitas hubungan yang telah terjalin. Akibatnya, retaknya hubungan mereka bagaikan bom waktu yang siap meledak kapan saja. Kasus ini terjadi pada para pasangan yang enggan berpisah, karena sudah pacaran lama meskipun mereka sedang mengalami masalah berat dan sukar diselesaikan. Banyak pasangan demikian yang menganggap bahwa pernikahan adalah solusi, padahal belum tentu.

Jadi, kini saatnya Anda memutuskan dengan pasangan, apakah Anda dan si dia siap untuk melanjutkan ke proses berikutnya? Pikirkan secara masak dan diskusikan dari hati ke hati untuk menghasilkan solusi yang tepat, apakah Anda akan memperpanjang masa perkenalan atau akan melanjutkan ke proses pertunangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.