5 Film Yang Wajib Ditonton Entrepreneur

5 Film Yang Wajib Ditonton Entrepreneur - Sebuah film dapat memberi banyak pelajaran yang berharga. Terkadang film bisa memberi inspirasi hidup bagi penontonnya, namun ada juga yang memberi contoh jelek bagi semua orang. Film mempunyai jalanan cerita yang telah disusun sedemikian rupa sehingga makna yang ada di film tersampaikan kepada para penontonnya.
Berikut ini ada 5 judul film yang bagus dan berhubungan dengan dunia entrepreneur, yang bisa Anda jadikan panutan atau inspirasi dalam hidup Anda.

1. The Godfather (1972)
Film ini diangkat dari sebuah novel berjudul sama, yaitu The Godfather. Film yang disutradarai oleh Francis Cord Coppola ini bercerita tentang sebuah keluarga pebisnis kecil yang berkembang menjadi organisasi kriminal terbesar di New York. ‘The Godfather’ dan anaknya Michael Corleone adalah otak dari keluarga ini. Film ini mengajarkan kepada Anda sebuah sudut pandang terhadap apa yang membuat mereka menjadi keluarga pebisnis dengan pengaruh paling besar di seluruh negara.
Meskipun Institut Film Amerika film ini dinilai sebagai film Amerika terburuk sepanjang sejarah, tapi IMDb memberi rating untuk film ini 9,2 yang merupakan rating film yang sangat tinggi.

2. Slumdog Millionaire (2006)
Anda tentu tidak asing lagi dengan karakter Jamal Malik dan Latika? Film ini mengisahkan seorang anak jalanan kumuh dari India yang mendadak kaya setelah memenangkan kuis Who Whats to Be a Millionaire versi negaranya. Banyak pengalaman pahit dan licik yang dialaminya semasa kecil, yang mengubah pandangannya terhadap dunia. Kesetiaannya pada Latika dan bagaimana dia memaafkan kakaknya adalah salah satu dari banyak hal yang patut diacungi jempol dari seorang Jamal Malik.
Karya sutradara Danny Boyle ini telah berhasil memborong empat Golden Globe Awards dan delapan piala Oscar dan berhasil meraup omset $61.605.255.

3. The Pursuit of Happyness (2006)
Film-film yang dibintangi oleh Will Smith hampir tidak pernah mengecewakan. Will Smith memerankan kisah seorang Chris Gardner, seorang salesman yang berhasil menjadi pialang saham sukses.
Pada saat itu, Chris Gardner mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Dia bercerai dengan istrinya, kehabisan tabungan, kehilangan tempat tinggal. Chris berusaha keras untuk memperoleh uang dengan cara menjual sebuah alat kedokteran yang terlanjur ia beli dengan jumlah banyak dengan menghabiskan simpanannya. Beruntung, Chris selalu ditemani oleh anaknya, Christopher Gardner Jr., pada masa-masa tersebut.
Di dalam film ini, Will Smith ‘berduet’ dengan Jaden Smith yang merupakan putranya sendiri. Film ini mengajarkan tentang hidup yang penuh perjuangan dan pengorbanan. Masa krisis membuat Anda merelakan beberapa hal, tidak bisa menyelamatkan semuanya.

4. The Shawshank Redemption (1994)
Film yang dibuat pada tahun kelahiran saya ini adalah salah satu film terbaik sepanjang sejarah. Diadaptasi dari sebuah cerita pendek karya pengarang terkenal Stephen King, kisahnya yang berlatar pada tahun 1947 di Maine, Amerika Serikat ini dimulai dengan seorang bankir muda yang kariernya sedang menanjak, Andy Dufresne dijatuhi hukuman penjara seumur hidup lantaran bukti-bukti yang ada menunjukkannya adalah pembunuh istrinya dan juga pria selingkuhan istrinya itu, padahal sebenarnya ia bukan pelakunya.
Film ini mengisahkan tentang seorang pria yang merencanakan dirinya untuk sukses di saat yang paling buruk sekalipun. Dengan menjalin relasi di dalam penjara, Andy keluar dari situasi yang tidak menyenangkan dan menerima hal-hal yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.

5. Les Miserables (2012/1998)
Dengan setting di Prancis abad 19, Jean Valjean adalah seorang pelarian penjara yang telah mengalami masa pahit selama 9 tahun dalam kerja paksa hanya karena mencuri sepotong roti saat ia kelaparan. Pertemuannya dengan seorang pendeta telah mengubah hidupnya. Ia kemudian menjadi walikota dan bertemu dengan Fantine, salah seorang pekerja yang telah ia pecat tanpa sepengetahuannya.
Film ini mengajarkan tentang dua hal yang paling sulit di dunia: memaafkan dan mengikhlaskan. Perkataan pendeta yang menolong Jean dalam film ini tidak akan pernah saya lupakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.