Bisnis Kuliner Online Via Instagram, Bisa!

Dimsum makanan kecil yang satu ini cukup populer tidak hanya di Hongkong tetapi di berbagai negara asia lainnya seperti Indonesia. Di Jakarta sendiri kita bisa menemukan berbagai macam restoran chineese food yang menyajikan aneka menu dimsum, bahkan ada juga restoran khusus yang menunya hanya menjual dimsum. Selain di restoran kamu juga bisa menemukan dimsum yang dijual di pinggir jalan atau warung tenda yang rasanya tak kalah lezat.

Apa jadinya jika dimsum yang biasanya kamu makan di tempat, dijual secara online di jejaring sosial instagram? Hal itulah yang dilakukan dua profesional muda Menur Poerboyo (25) dan Ronald Arisetyawan (27) yang saat ini keduanya sama-sama sibuk bekerja di salah satu perusahaan minyak bergengsi di Jakarta.

Awal mula ketertarikan keduanya melirik bisnis kuliner lantaran sama-sama sangat hobi dengan kuliner. Maka akhirnya sharing ide untuk membuka bisnis kuliner namun masih bingung mau buka kuliner apa? Karena di Jakarta sudah banyak banget sajian kuliner maka dipilihlah yang jarang ada yaitu dimsum yang online.

Modal awal untuk membuka bisnis kuliner online “Dimsum si-Menur” keduanya mencoba dengan membuat 100 porsi dimsum menghabiskan modal awal hanya Rp. 700.000,- Setelah melihat angka penjualan yang bisa ramai dan juga bisa sepi. Maka dimsum yang dijual online menggunakan sistem pemesanan H-1 dibuat hanya berdasarkan pesanan. Dengan begitu dimsum yang dibuat setiap harinya sudah pasti habis terjual.

Untuk strategi bisnis yang dilakukan Dimsum Si-Menur juga melakukan berbagai macam cara. Seperti inovasi dipilihan rasa dimsum yaitu keju dan salmon yang ternyata menjadi menu favorit, melakukan campaign promosi dengan menyuruh para pembeli untuk upload foto di instagram, saling suport antar online shop lain, hingga melakukan kegiatan bazar di acara kumpulan online shop yang diselenggarakan di berbagai tempat.

Melihat animo penjualan yang cukup bagus dan juga masukan dari para pelanggan. Maka Dimsum Si-Menur yang tadinya hanya dijual online kini dapat dinikmati di coffe shop Sabang 16, Jl. Tebet Raya no.53B. Diakui Ronald perbandingan profit penjualan online memegang keuntungan lebih besar mencapai 40% dan offline sekitar 20-25% hal ini dikarenakan cakupan penjualan online lebih luas dan costnya relatif lebih kecil bahkan biaya kurir ditanggung oleh si pembeli.

Dan buat kamu yang ingin bekerja kantoran namun tetap ingin membuka bisnis. Menur dan Ronald mempunyai trik tersendiri seperti membagi waktu pukul 7.00-16.00 di kantor, setelahnya baru fokus pada ide-ide dan kegiatan bisnis. Intinya jangan setengah-setengah jika kita sudah terjun kedunia bisnis mengingat modal yang dikeluarkan sudah cukup besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.