Festival Kopi Banda Aceh 22-24 November 2013

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Pemkot Banda Aceh memperkenalkan wisata kopi melalui festival kopi pada 22-24 November 2013 yang merupakan agenda tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

"Melalui festival kopi ini menjadi salah satu upaya kita dalam mempromosikan potensi wisata daerah ini. Festival kopi ini setiap tahun berlangsung sejak 2011 dan mendapat apresiasi cukup baik," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banda Aceh, Reza Pahlevi di Banda Aceh, Senin (18/11/2013).

Reza menyebutkan, materi kegiatan festival itu antara lain kursus meracik kopi dan uji coba rasa kopi. Festival kopi itu akan belangsung di Taman Sari Kota Banda Aceh.

Kegiatan tahunan wisata juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat khususnya di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

"Tujuan lain dari festival tersebut adalah bagaimana upaya kita bersama dalam memperkenalkan cita rasa kopi Aceh, tidak hanya masyarakat nusantara tapi juga dunia internasional," katanya.

Banda Aceh juga dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki warung kopi terpanjang di dunia.

"Itu merupakan potensi yang perlu kita perkenalkan kepada masyarakat penikmat kopi, selain juga warung kopi di Banda Aceh beraktivitas hingga dini hari yang mengambarkan suasana damai di Aceh," kata Reza.

KOMPAS/MOHAMAD BURHANUDIN Petani kopi arabika gayo di Desa Jamur Uluh, Kecamatan Wih Peusang, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, sedang memilah biji kopi yang rusak di bak penjemuran kopi, Sabtu (10/3/2013).
Dia memaparkan, rangkaian festival itu juga akan dilaksanakan pertemuan antarprodusen kopi dari berbagai daerah di Aceh, yang diharapkan bisa terjalin sebuah pengalaman dan transaksi pasar terhadap komoditas perkebunan tersebut.

"Sebab, Aceh seperti wilayah pedalaman yakni Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues itu merupakan daerah sentra produksi kopi jenis arabika yang pasar produksinya telah dikenal di beberapa negara. Kita berharap sesama pelaku bisnis kopi bisa saling menukar informasi," katanya.

Selain festival kopi, Reza menambahkan rangkaian kegiatan tersebut akan menampilkan beberapa penampilan seni budaya tradisional seperti tarian seudati, dan atraksi penutur tradisional PM.TOH.
Sumber : Antara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.